Latest Entries »

  1. PENGERTIAN PENGOLAHAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN
  1. Pengertian Pengolahan Koleksi Perpustakaan

Pengolahan koleksi bahan perpustakaan adalah kegiatan kerja yang berkenaan dengan koleksi bahan pustaka sejak pustaka masuk ke perpustakaan sampai siap untuk dimanfaatkan/ dipinjam oleh pemakainnya. (Meilina Bustari, 2000: 41)

Pengolahan koleksi perpustakaan adalah kegiatan kerja yang berkenaan dengan pengolahan koleksi bahan pustaka sejak tiba di perpustakaan sampai dapat siap untuk dipergunakan oleh pemakainya (siswa dan guru). Secara teknik perpustakaan kegiatan kerja ini meliputi inventarisasi, klasifikasi, pembuatan katalog, penyelesaian dan penyajian koleksi. ( Mulyani, 1983: 53)

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pengolahan koleksi perpustakaan adalah suatu kegiatan kerja yang berhubungan dengan koleksi bahan pustaka sejak tiba di perpustakaan sampai siap untuk digunakan pemakainnya atau dipinjam oleh pemakainnya.

  1. Inventarisasi yaitu kegiatan kerja yang berupa pencatatan koleksi bahan pustaka sebagai bukti bahwa koleksi bahan pustaka tersebut menjadi hak milik perpustakaan.
  2. Klasifikasi yaitu kegiatan kerja mengelompokan koleksi dengan cara memberikan kode tertentu agar koleksi yang sejenis dapat terkumpul menjadi satu.
  3. Pembuatan Katalog, yaitu pembuatan uraian singkat tentang keterangan suatu koleksi, yang dapat dipergunakan sebagai wakil dari koleksi yang bersangkutan, agar mudah ditemukan. (Muljani, 1983:53)
  4. Penyelesaian koleksi, yaitu kegiatan kerja lanjutan sesudah pembuatan katalog yang berupa pemberian perlengkapan administrasi pada koleksi, dan penyususnan koleksi di rak sehingga memungkinkan koleksi itu dapat siap dipergunakan dalam pelayanan pemakai
  5. Penyajian koleksi (Meilina Bustari, 2000: 46).

Untuk perpustakaan yang jumlah koleksinya (bahan pustakanya) kurang dari 1500 jilid, harus melaksanakan petunjuk-petunjuk sebagai berikut:

  1. Tiap-tiap menerima buku-buku, periksalah apakah buku-buku yang diterima itu sesuai dengan daftar pesanan, kemudian sesuaikan pula dengan daftar pengiriman
  2. Bubuhkan cap sekolah kepada tiap-tiap eksemplar buku yang diterima.
  3. Catatlah buku-buku tersebut ke dalam buku pendaftaran (buku induk) menurut nomor urut dan catatlah nomor pendaftaran pada buku itu sendiri
  4. Bila saudara memilih sistem peminjaman memakai buku tulis, siapkan buku tulisnya. Tetapi bila saudara memilih system peminjaman memakai kantong buku, maka kita harus menyiapkan kantong buku. (Noerhayati, 1987: 95)

Check out my Slide Show!

Kurikulum

A.    Separate subject curriculum
Separate-subject-curriculum adalah penyajian mata pelajaran dalam bentu suyek-subyek atau mata pelajaran tertentu.masing-masing mata pelajaran merupakan unit yang terpisah-pisah. Kurikulum yang disusun dalam bentuk terpisah-pisah ini lebih bersifat subject centered, yaitu berpusat pada bahan pelajaran, dari pada child centered, yang berpusat pada minat dan kebutuhan peserta didik. Kurikulum bentuk ini disusun berdasarkan pandangan ilmu jiwa asosiasi, yaitu mengharapkan terjadinga kepribadian yang bulat berdasarkan potongan-potongan pengetahuan.
Ada beberapa kelebihan dan kelemahan pada separate subject kurikulum ini.
Kelebihan:
·    Bahan pelajaran disajikan secara sistematis dan logis.
·    Organisasinya sangat sederhana, mudah disusun,mudah ditambah atau dikurang jumlah pelajaran.
·    Penilaian lebih mudah  karena bahan pelajaran didasarkan pada buku pelajaran tertentu sehingga dapat diadakan ujian umum atau tes yang seragam diseluruh negara.
·    Memudahkan guru melaksanakan pengajaran karena bersifat subject correlated (guru setiap tahun hanya mengulang yang sudah pernah dilakukan sebelumnya).
·    Mata pelajaran lebih bisa mendalam
·    Kebanyakan orang beranggapan bahwa sekolah adalah persiapan masuk perguruan tinggi, diperguruan tinggi biasanya organisasi kurikulum sesuai dengan prinsip terpisah-pisah itu. Jadi organisasi kurikulum di sekolah dasar dan menengah dengan begitu sesuai dengan organisasi di perguruan tinggi.
Kekurangan:
·    Kepribadian kurang
·    Mata pelajaran terpisah satu sama lain, hal ini tiak sesuai kenyataan kehidupan yang sebenarnya.
·    Tidak atau kurang memperhatikan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
·    Kurang mengakomodasi minat dan bakat peserta didik
·    Banyak terjadi verbalitas dan mengahafal, serta makna tujuan pelajaran kurang dihayati oleh anak didik.
·    Cenderung statis dan ketinggalan dari perkembangan zaman

B.    Correlated curriculum
Kurikulum ini berusaha menghubungkan antara dua mata pelajaran atau lebih, sehingga diharapkan peserta didik akan memperoleh pengetahuan yang utuh dan tidak sepotong-potong seperti pada separate subject curriculum, misalnya menghubungkan antara matematika, fisika, kimia dan biologi yang semuanya tergolong dalam IPA; menghubungkan antara sejarah, ekonomi, dan ilmu sosial yang memang termasuk dalam IPS. Kurikulum ini juga mempunyai kelemahan, di samping kelebihan yang dimiliki.
Kelebihan:
·    Dengan korelasi pengetahuan murid lebih integral, tidak terlepas-lepas (berpadu).
·    Sesuai dengan kenyataan
·    Dengan melihat hubungan erat antar mata pelajaran satu dengan yang lain, minat murid bertambah.
·    Korelasi memberikan pengertian yang lebih luas dan mendalam karena memandang dari berbagai sudut.
·    Diutamakan pengertian dan prinsip-prinsip bukan pengetahuan akan fakta, dengan begitu lebih memungkinkan penggunaan pengetahuan secara fungsional bagi murid-murid.
Kekurangan:
·    Sulit menghubungkan dengan masalah-masalah yang hangat dalam kehidupan sehari-hari sebab dasarnya subject contered
·    Materi yang diajarkan kurang mendalam
·    Broad field tidak memberikan pengetahuan yang sistematis dan mendalam untuk suatu pelajaran sehingga hal ini dipandang kurang cukup untuk bekal mengikuti pelajaran di perguruan tinggi.
·    Belum menyentuh aspek emosi peserta didik.
C.    Integrated curriculum
Kurikulum ini benar-benar menghilangkan batas di antara berbagai mata pelajaran. Keseluruhan mata pelajaran dilebur menjadi satu dan disajikan dalam bentuk unit. Dengan adanya kebulatan bahan pelajaran, diharapkan dapat terbentuk kebulatan pengetahuan peserta didik yang sesuai dengan lingkungan masyarakatnnya. Oleh karena itu, materi pembelajaran harus disesuaikan dengan situasi, masalah, dan kebutuhan kehidupan di luar sekolah
Kelebihan:
·    Segala yang dipelajari merupakan inti yang bertalian erat bukan fakta yang terlepas satu sama lain.
·    Sesuai dengan pendapat-pendapat modern tentang belajar, murid dihadapkan kepada masalah yang berarti dalam kehidupannya.
·    Memungkinkan hubungan yang erat antara sekolah dengan masyarakat.
·    Aktivitas siswa meningkat karena dirangsang untuk berpikir sendiri dan bekerja sendiri atau bekerja dengan kelompok.
·    Mudah disesuaikan dengan minat, kesanggupan dan kematangan murid.
Kekurangan:
·    Guru kita belum disiapkan untuk melaksanakan kurikulum ini.
·    Tidakmemiliki organisasi yang sistmatis.
·    Memberatkan tugas guru.
·    Tidak memungkinkan ujian umum, sebab tidak ada uniformitas di sekolah-sekolah satu sama lain.
·    Siswa diragukan untuk bisa diajak menentukan kurikulum.
·    Pelaksanaannya membutuhkan prasarana yang harus lengkap, padahal pada umumnya sekolah-sekolah masih kekurangan fasilitas untuk melaksanakan kurikulum ini.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.